RENUNGAN PEMBINA KML
KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA GRESIK

GERAKAN PRAMUKA
…………………


K W A R T I R C A B A N G G R E S I K
Jalan Dr.
Wahidin Sudirohusodo No. 104. B Telp. (031) 3985721
G R E S I
K 6 1 1 2 1
RENUNGAN PEMBINA PRAMUKA MAHIR
Ya Allah,
Tuhanku yang Agung dari segala yang agung,
izinkan Aku malam ini membuka pintu Magfiroh-Mu
dan menyerahkan segenap jiwa ragaku atas segala
permasalahanku kepada-Mu.
Ya Allah,
Kau ciptakan udara untuk paru-paruku.
Kau berikan makanan untuk hidupku.
Kau ciptakan matahari dan bulan untuk
menerangiku.
Kau padukan mata, tangan, kaki, otak, dan
badanku untuk bertingkah,
Tapi aku masih belum menyadari akan
anugra-Mu pada kehidupan ku.
Ya Allah,
Kau sandingkan Aku dengan saudara-saudaku,
istri atau suami dan anak-anakku,
Namun, Aku belum memberikan apa-apa bagi-Mu
selain meminta dan meminta.
Aku merengek-rengek hanya untuk meminta
pada-Mu.
Maafkan Aku ya Allah.
Ibu, kau sudah bersusah payah
Menggendongku 9 bulan 10 hari dalam masa kehamilan-ku
Kau lahirkan aku, dengan mehanan jeritan
sakit, dan taruhan nyawa mu ibu.
Kemudian kau menyusui, menimangku, kau warat
ketika aku sakit, kau suapi ketika aku belum mampu makan dan membesarkanku hingga
kini.
Tapi itu sampai kini kau tidak pernah
menagih jasa padaku, bahkan sampai meninggal pun, ibu hanya tersenyum melihat
tingkah polahku ini.
Ibu, maafkan aku.
Anak mu yang tidak tahu akan balas budi.
Yang sering membentak, menolak permohonan
mu, bahkan menyakiti hati mu.
Wahai ibu, sunggu maafkan anak mu ini ….
Kini hanya tangis dan air mata yang sanggup
membasahi kesedihanku padamu.
Ayah …..
Entah berapa banyak keringatmu untuk
keberhasilanku.
Kau bersusah payah membiayaiku.
Kau tegarkan tulangmu hanya untuk anakmu ini.
Tapi, mengapa saya masih saja membanggakan diri
sendiri dan melupakanmu.
Bahkan, sampai engkau tiada, aku jarang
berdoa untukmu.
Ayah, maafkan anakmu ini, yang Kurang
berbakti padamu.
Ya Allah …..
Wahai ayah ….., ibu…. darah daging yang menurunkanku.
Kini, aku anak mu …. akan didaulat menjadi
seorang Pembina Pramuka Mahir …..
Tapi, mampukah aku....?
Rasanya aku terbebani, …. dan teramat berat
jika disebut pembina mahir.
Karena harus menjadi teladan pada diri
sendiri dan orang lain.
Ayah …. Ibu …… kini aku merasa belum mampu
menjadi teladan, sepermu ….
Ilmuku masih setengah-setengah, tetapi aku
mulai pongah.
Kemahiranku apa adanya, tetapi aku
seolah-olah mahir segalanya.
Hatiku masih bertabur bimbang, tetapi aku
seakan senang.
Pikiranku masih kosong, tetapi aku mulai
berlagak sombong.
Aku pembina, tetapi hanya sebagai topeng terbina.
Akulah pecundang!
(Wahai anak ku betulkah kamu pecundang? ….
Aku orang tua mu yakin, kamu bukan pecundang)
(Ridloku pada mu wahai anak ku, …… kini ucapkan
dengan lantang)
….. AKU
PEMBINA, ….. BUKAN PECUNDANG…………….
(Wahai anak ku jadilah pembina sejati jangan
penjadi pembina berpura-pura, …. Ikhlaskan hati dan tegaskan jiwamu)
Aku bukan pecundang ….
Aku bukan pecundang ….
Aku bukan pecundang ….
Dengan ridlo ayah dan ibu ku …
Kini, aku menundukkan kepala dengan segenap
jiwa kepada-Mu Ya Allah …..
memasuki hati yang paling dalam,
untuk menemukan siapakah aku sebenarnya.
(Kini
pasrahkan segalanya kepada Allah SWT. Dan berharap besar kepada-Nya …)
Kini hatiku berbisik kepada ku ya Allah
…..”.
“Aku seorang pembina yang sesungguhnya pembina
mahir.”
“Aku bukan pecundang!”.
Aku bersaksi dengan-Mu, Ya Allah.
Wahai Ibu ….. dan Ayah….ku,
yang sekarang sedang tersenyum melihatku di
sini, untuk berikrar jadi Pembina.
Aku akan mengabdi kepada diriku, orang lain,
bangsa, dan negaraku yang kucintai ini, demi ridloh Tuhan, jasa mu wahai ayah
dan ibu ……
Kini aku bertekat ….. Tiap waktu, tiap saat,
aku akan mengisi gelas ke pembina ku dengan
sesungguhnya.
Kepada ya Allah aku kan selalu bersyukur….
Kepada mu wahai ayah dan itu aku akan selalu
berbakti ……
Kepada sesama pembina, aku akan santun dan
sopan
karena mereka adalah kolegaku.
Kepada para Pembina dan Peserta didik,
Kutekatkan hati, jiwa dan ragaku akan
melayanimu,
Karena kalian adalah nafasku.
Kepada bangsa dan negaraku, Indonesia.
Aku akan membelamu melalui pengabdianku.
Untuk itu, kini AKU BERSUMPAH.
AKULAH PEMBINA MAHIR SEJATI ……..
Jika
kamu pembina sejati, bersediakah Anda mengucap janji Trisatyamu? .... berdoa sejenak
sebelum menyatakan…
Jika
bersedia, ucapkan dengan lantang,
“AKU
BERSEDIA!”
Selanjutnya,
mendekatlah
ke bendera Merah Puti Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di
dekatmu.
-
Hormat kepada sang MerahPutih,
-
Raih ujung bendera dan letakan tepat di dada kiri detak jantungmu
-
Ucapkan janjimu : SATYA PRAMUKA, dengan Lantang.
Gresik, 27 Desember 2017
Pembina
0 comment:
Posting Komentar